CINTA&UKHUWAH sangat berguna, terutama ketika terjadinya ujian yang sangat berat. Karena seorang mu'min akan merasakan keteduhan, kelembutan, dan ketentraman jika pada saat ujian menghebat, ia berada bersama-sama saudaranya, dengan kata-kata yang baik, nasihat dengan kebenaran dan kesabaran. Senyum ramah serta Empati yang sangat dalam dapat meringankan segala penderitaan bagaimanapun beratnya ujian itu menimpanya. Karena itu ber-UKHUWAH lah dengan CINTA.

Tuesday, August 31, 2004

Kawan, Alangkah Indahnya kebersamaan :)

Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka pada musim gugur, akan
terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari
musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk
huruf "V". Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah tentang mengapa
rombongan angsa tersebut terbang dengan formasi "V".

Saat setiap burung mengepakkan sayapnya, hal itu memberikan "daya
dukung" bagi burung yang terbang tepat dibelakangnya. Ini terjadi
karena burung yang terbang di belakang tidak perlu bersusah-payah
untuk menembus 'dinding udara' di depannya. Dengan terbang dalam
formasi "V", seluruh kawanan dapat menempuh jarak terbang 71 % lebih
jauh daripada kalau setiap burung terbang sendirian.

Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan
merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan
kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung
yang diberikan burung di depannya.

Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang
memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan
posisinya.

Angsa-angsa yang terbang dalam formasi ini mengeluarkan suara
riuh-rendah dari belakang untuk memberikan semangat kepada angsa
yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.

Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua
angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan
mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi.
Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh itu sampai ia mati atau
dapat terbang lagi. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan
mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar
rombongan mereka.





Thursday, August 19, 2004

Sahabat...

Sahabat...
Akhi...
Sahabat yang beriman ibarat mentari
yang bersinar,
sahabat yang setia ibarat pewangi yang
mengharumkan,
sahabat sejati pendorong impian,
sahabat yang berhati mulia membawa
kita ke jalan Allah

Salam Hangat Selalu
Biru Langit

Tuesday, August 03, 2004

Bagian Tubuh yg Paling Berarti

Bagian Tubuh yang Paling Berarti....

Ibuku selalu bertanya padaku apa bagian tubuh yang paling
penting.Bertahun-tahun, aku selalu menebak dengan jawaban yang aku
anggap benar.

Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang paling penting bagi kita
sebagai manusia, jadi aku jawab, "Telinga, Bu." Jawabnya, "Bukan.
Banyak orang yang tuli. Tapi, teruslah memikirkannya dan aku
menanyakanmu lagi nanti."

Beberapa tahun kemudian sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak
jawaban pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti benar. Jadi,
kali ini akumemberitahukannya, "Bu, penglihatan sangat penting bagi
semua orang, jadi pastilah mata kita."

Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan cepat, tapi
jawabanmu masih salah karena banyak orang yang buta."

Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban baru dan dari
tahun ke tahun, Ibu terus bertanya padaku beberapa kali dan jawaban
dia selalu, "Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke tahun,
anakku."

Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua keluarga sedih. Semua
menangis. Bahkan, ayahku menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah
saat kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku memandangku ketika
tiba giliranku untuk mengucapkan selamat tinggal pada kakek.

Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa bagian tubuh yang
paling penting, sayang?"

Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti ini. Aku sering
berpikir, ini hanyalah permainan antara Ibu dan aku.

Ibu melihat kebingungan di wajahku dan memberitahuku, "Pertanyaan ini
penting. Ini akan menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-
benar"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu beritahu padaku
dulu, aku selalu berkata kamu salah dan aku telah memberitahukan kamu
kenapa. Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus belajar
pelajaran yang sangat penting."

Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat matanya penuh
dengan air mata. Dia berkata, "Sayangku, bagian tubuh yang paling
penting adalah bahumu."

Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?" Ibu
membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman
atau orang yang kamu sayangin ketika mereka menangis. Kadang-kadang
dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis. Aku cuma
berharap, kamu punya cukup kasih sayang dan teman-teman agar kamu
selalu punya bahu untuk menangis kapan pun kamu membutuhkannya."

Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling penting adalah tidak
menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tapi, simpati terhadap
penderitaan yang dialamin oleh orang lain. Orang akan melupakan apa
yang kamu katakan... Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan...
Tapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka
berarti.

Sumber: Unknown

Friday, June 25, 2004

Untukmu Sahabat

USAH KAU LARA SENDIRI


kulihat embun menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas kalau mata ingin berbagi cerita

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa ...

dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...

sekali jumpa kau mengeluh kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawat beranjak menjauh

kudatang sahabat bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisa ...

dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...


dekapkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu dan tegar dirimu
di depan sana cahya kecil 'tuk membantu
tak hilang arah kita berjalan
... menghadapinya ...

tak hilang setelah kita menjalaninya
... menghadapinya ... (usah kau lara sendiri)

*Taken from Lyric lagu Katon&Uthe

Ingin ku dengar Suaramu Kawan

Bangkit dari debuku, kudayung diri; menyalami keterasingan
Seperti katamu kawan, kelenyapan di tengah keluasan"o,kebatinan"
Orang-orang mabuk, diserap kebesaran namun selalu terdampar
Dalam dimensi ruang dan kesetaraan

Tapi inilah lautku BIRU-segalanya dilayarkan pada kesunyian
Dalam keramaian di gemuruh ombak tiap puncak zaman o,kerinduan
Mereka labuhkan doa di sembarang dermaga, mereka nyalakan iman
Di sembarang taman seperti katamu kawan, mereka lahir, mereka tumbuh
Hanya untuk berguguran...

Peace with me Bro' Biru Langit

Saturday, June 19, 2004

PERSAHABATAN

Persahabatan
Persahabatan adalah bagaikan syurga
ketiadaannya bagaikan neraka
Persahabatan adalah hidup
Ketiadaannya bagaikan kematian
dan berbagai bakti perlu dilakukan
demi persahabatan.

The True Ikhwan

A young Teenage man asked to his mom
"Mommy, tell me about the true Ikhwan ?"
His mom only smile and answer his question
"the true Ikhwan isn't seen in the width of his shoulders
It's seen in the widht of his arms that circle you
The true ikhwan isn't in the deep tone of his voice
It's in the how he whispers the truth
The true ikhwan isn't how many buddies he has
It's in the how good a buddy he is with his kids
The true ikhwan isn't in how respected he is at work
It's in how respected he is at home
The true ikhwan isn't in how hard he hits
It's in how tender he touches his circumstances
The true ikhwan isn't in the weight he can lift
It's in can he be true to the women he loves
The true ikhwan isn't in the weight he can lift
It's in the burdens he can carry
The true ikhwan isn't in the loud of his voice reading Qur'an
It's in the consistency he runs the Qur'an in his life
After that The young teenage man is asking again,
"Who is the person who can fit to those criteria, Mom?"
His Mom gave him a book and said,
"Learn about him!"
The young teenage Man take the book and the tittle of the book is "MUHAMMAD"

Friday, June 18, 2004

Saudaraku BERTAHANLAH !

Kenapa yach rasanya sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih banget setelah kubuka dan membaca blogfamnya akhi Andips. Karena sepertinya rasa itu pernah kurasakan saat aku baru saja lulus SMP PERWIRA Jakarta(doeloe) Depan PP Darunnajah. Yach kurang lebih 3 bulan masa penantian Tarbiyahku yang belum mendapatkan gantinya, setelah aku diterima di SMEA 25 (sekarang SMKN 43) Jurusan Accounting. Masa transisi itu begitu berat kurasa, keimanan yang mulai menurun, hati yang tak lagi sesensitif dahulu dengan dosa yang kulakukan, kala semasa tarbiyah. Imanku begitu labil, kuakui tarbiyah memang memudahkanku dalam memahami dan menjalankan Al Islam. Tapi akankah HIDAYAH yang telah diberikan oleh-Nya akan kusia-siakan, bahkan kubiarkan hilang dari diri ini, TIIIIIIIIIIIIIIIIIDAAAAAAAAAAAK !!!
"Yaa Muqallibalqulb, Tsabbit Qalbi 'aladdinik, wa tsabbit 'alaththo'atik, wa tsabbit 'alad da'watik, faghfirlii..." Amiin.
Sampai akhirnya kutemukan komunitas itu kembali, Alhamdulillah Pujian kulantunkan hanya kepada-Mu Pemilik dan Pencipta Jagad Raya ini. Rasa syukurku tiada terhingga, walaupun sekadar menjadi panitia acara Dauroh Recruitment Remaja Mushalla Bintaro Jaya Sektor 4 (Sekarang Masjid Baiturrahman) Tapi tetap kusyukuri. Tapi...Rabbi...aku iri, diri ini tak adil dengan diriku sendiri, satu sisi aku meng-create someone agar menjadi muslim yang baik melalui wasilah tarbiyah, tapi mengapa aku sendiri belum menemukannya ...

Thursday, June 17, 2004

Ukhuwah, kau di mana?

Kucoba merangkai kembali kata demi kata, walaupun ku tahu rasanya cukup sudah, bahkan HENTIKAN sajalah segalanya!!! Biar tak kurasakan lagi perihnya luka ini …
Akhi fillah … ? (Siapapun itu yang berhak menyandangnya). UKHUWAH kini tak lagi berkesan, karena hanya sebatas lisan, bahkan cenderung menjadi beban !. Bak’ malam tanpa hadirnya sang rembulan. Hal ini mengingatkanku pada bait-bait syair yang begitu mengesankan dari team nasyid negeri Jiran “Brother” …
“Selama ini ku mencari-cari
teman yang sejati
buat menemani perjuangan suci
Bersyukur kini pada-Mu Ilahi
Teman yang dicari selama ini
Telah kutemui … “
INDAH bukan !!!
Akhi … tapi sayangnya sampai saat ini pencarianku belum mendapatkan hasil. Kawan yang dicari bahkan belum kutemui sama sekali, bahkan semuanya ‘semu’, fatamorgana, hanya angan…
Bukan … Bukan ku tak bersyukur atas segala yang telah kuterima selama ini. Hanya saja banyaknya kawan yang saat ini ada di dekatku, apakah berfikiran yang sama denganku?Itu yang belum bisa kuterima. Luruhnya asa demi asa saat berinteraksi dengan mereka, entah mengapa ?
Saat kewajiban dan hak UKHUWAH itu tak lagi terjaga, maka yang terjadi hanyalah prasangka, dan itu yang KURASA …
Rabbi … Bantu aku untuk menemukannya …?

Ciputat, Bro’Rizal Room 14 Mei 2004


Ingatanku

Waktu terasa semakin berlalu, tinggalkan cerita tentang Qt. Akan tiada lagi kini tawamu, tuk hapuskan semua sepi di hati...
Ada cerita tentang aku dan dia, dan Qt bersama saat dulu kala. Ada cerita tentang masa yang indah, saat Qt berduka, saat kita tertawa...
Terulang di saat Qt tertawa bersama, ceritakan semua tentang Qt. Ada cerita tentang aku dan dia, dan Qt bersama saat dulu kala...
Ada cerita tentang masa yang indah, saat Qt berduka, saat Qt tertawa...